jump to navigation

Presiden dari Kelereng Oktober 23, 2006

Posted by Goslink in Trivia.
trackback

Kelereng (waktu kecil saya menyebutnya gundu) mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Bola kecil yang terbuat dari kaca ini identik sebagai mainan anak-anak. Namun ternyata kelereng dapat digunakan juga sebagai alat politik, setidaknya itulah yang terjadi di Republik Gambia, sebuah negara kecil di wilayah Afrika Barat.

 

Negara yang diapit oleh Senegal dan berpenduduk hanya sekitar 1,5 juta jiwa itu menggunakan kelereng sebagai alat pengganti kertas suara dalam memilih presidennya . Sistem unik ini dilakukan sejak tahun 1965 karena tingginya buta huruf di negeri itu.

 

Mekanisme pemungutan suara sebenarnya hampir sama dengan metode pemilu di Indonesia. Para pemilih memasuki tempat pemungutan suara dan memilih salah satu calon yang dianggap mewakili aspirasinya. Bedanya mereka tidak menggunakan kertas suara namun cukup memasukkan kelereng ke salah satu drum, dimana drum tersebut mewakili para calon.

 

Jumlah drum disesuaikan dengan jumlah calon presiden dan diletakkan di tempat yang terpisah namun tersambung. Bila diangkat, tidak akan diketahui mana yang lebih berat. Drum itu dicat sesuai dengan warna partai kandidat serta dilengkapi foto dan simbol partai.

 

Ke dasar drum dimasukkan pasir sebelum diperiksa oleh calon partai dan ditutup dengan segel yang diberi nomor. Setelah itu, para pemilih mengecap jari mereka dengan tinta yang sulit dihapus.

 

Kelereng yang jatuh ke drum akan membunyikan bel, sehingga para pejabat pemilihan dapat mengetahui bila ada yang memilih lebih dari satu kali. Lucunya bel yang digunakan mirip bel sepeda. Jadi sepeda dilarang berada di seputar TPS demi menghindari kebingungan.

 

Kelereng tersebut dimasukkan ke drum melalui pipa dan kelereng yang tersangkut di pipa dianggap sebagai suara tidak sah. Jadilah presiden di negara terkecil di Afrika itu ditentukan dengan butir-butir kelereng. Praktis bukan ?

Info dari BBC News.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: